Senin, 09 Desember 2013

TELADAN TUHAN YESUS SEBAGAI GURU AGUNG SEKOLAH MINGGU





PASAL I
PENDAHULUAN
            Pada zaman sekarang tentunya banyak orang menjadi guru untuk dapat menolong orang lain, gereja memiliki peranan yang sangat penting untuk mengadakan digereja melalui pendidikan di sekolah menjadi sarana wadah yang tepat dalam mendidik anak-anak yang membutuhkan pendidikan agar terbentuknya karakter yang baik untuk menjadi teladan bagi orang lain.
            Makalah ini akan membahas tentang teladan Tuhan Yesus sebagai guru yang angung dalam sekolah minggu, dengan metode yang digunakan oleh Tuhan Yesus ketika dalam dunia menyelamatkan umat manusia dari dosa, Ia yang adalah Tuhan juga mengajar sebagai guru kepada murid-murid yang dipilihnya dari berbagai karakter dan latar belakang kehidupan yang berbeda-beda.
            Pengajaran yang ditunjukan oleh Tuhan Yesus dalam mengajar akan menjadi penolong bagi setiap orang yang melayani dalam sekolah minggu, sikap seorang guru sekolah minggu sangat penting untuk dapat diterima pengajaran dan teladan yang diberikan kepada murid, Tuhan Yesus menunjukan teladan guru yang agung ketika membuktikan apa yang dikatakan dengan kasih kepada dunia, ketika mati dikayu salib membuktikan pengorbanan untuk semua orang berdosa, Ia sendiri menerapkan apa yang diajarkan dan disampaikan, melalui makalah ini dapat mengerti dan meneladani Tuhan Yesus sebagai guru yang agung terutama dalam gereja melalui pendidikan sekolah minggu.

PASAL II
TELADAN TUHAN YESUS SEBAGAI GURU AGUNG SEKOLAH MINGGU
            Tuhan Yesus Kristus disebut guru agung karena pengajaran-Nya disertai dengan kuasa dan mujizat, dan hubungan antar sesama menekankan kasih (Matius 22:37-40) merupakan ajaran yang luar biasa tiada bandingannya inti dari pengajaran-Nya berpusatkan diri-Nya sendiri[1]. Selama menjadi manusia tinggal diantara manusia dan mengajarkan teladan yang luar biasa yaitu mengajar para murid, Tuhan Yesus membenarkan panggilan para murid bahwa diri-nya guru dan Tuhan, Nikodemus guru agama orang Yahudi mengakui Tuhan Yesus adalah guru yang agung, untuk itu Dia telah membenarkan manusia yang berdosa dengan jalan satu-satunya menuju keselamatan, untuk itu manusia harus menerima-Nya sebagai Tuhan dan juru selamatnya.
            Tuhan ketika mengajar para murid yang belum percaya kepada-Nya dengan sabar dan kasih yang diajarkan-Nya, para murid memiliki karakter yang berbeda, pekerjaan yang berbeda dan tentunya lingkungan yang berbeda membutukkan metode yang berbeda-beda untuk mengenal dan memahami para murid.
Metode pengajaran-Nya      
            Mengajar bukan hal yang mudah membutuhkan pengorbanan, waktu, tenaga, anggaran, dan pemikiran, mengajar suatu proses belajar mengajar tugas dari guru agar adanya perubahan yang terjadi dengan murid yang diajar perubahan pengetahuan karakter, Tuhan Yesus mengajarkan orang yang tidak percaya, yang tidak diperhatikan dan dianggap bodoh oleh dunia diubah oleh-Nya menjadi percaya dan menjadi orang yang sangat perhasil dan berguna Murid-murid sangat melakukan apayang dikatakan oleh-Nya bahkan rela melakukan untuk mengajar orang lain, Rasul Paulus murid Tuhan Yesus yang tidak mengenal dan menganiaya umat Tuhan tetapi setelah mendapat panggilan menjadi murid yang sangat berhasil.
Keberhasil Tuhan Yesus sebagai guru memahami kebutuhan dan mengenal setiap murid, Ia memberikan kebutuhan yaitu keselamatan kepada setiap orang yang percaya kepada-Nya, pendekatan yang dilakukan Tuhan Yesus untuk murid dengan datang kepada murid, memperhatikan dan mengatasi persoalan para murid, memahami ketika murid mengalami kegagalan, ketika Petrus menyangkal Tuhan Yesus pada waktu akan di salibkan, tetapi Tuhan Yesus mau datang untuk menyelamatkan Petrus dari kegagalan akibat menyangkal Tuhan Yesus, rasul Petrus diberikan kepercayaan untuk memuridkan orang lain menjadi guru bagi orang-orang yang belum percaya kepada Kristus           
kesabaran
            Tuhan Yesus ketika mengajar tentunya mengalami kendala dalam mendidik para murid karena memiliki usia, karakter dan latar belakang yang berbeda, kunci yang menjadi keberhasilan salah satunya kesabaran dalam mendidik para murid, guru sekolah minggu yang baik tentunya harus memiliki kesabaran dalam mengajarkan firman Tuhan dengan anak-anak yang membutuhkan perhatian dan penanganan yang berbeda-beda oleh karena karakter yang tidak semua sama.
Mengajar di Sinagoge
            Pada zaman dahulu bangsa Israel beribadah pada Sinagoge yang terdapat di lingkungan orang Yahudi, selain sebagai tempat untuk beribadah  juga untuk mendidik anak-anak yang tinggal di lingkungan Sinagoge Tuhan Yesus sebagai guru agung tentunya pernah mendapat pendidikan di Sinagoge para rasul sebagai murid Tuhan Yesus tentunya pernah mendapat pendidikan di Sinagoge sebagai sarana untuk mendapat pendidikan yang digunakan untuk mendalami Hukum Taurat perintah Allah yang untuk terus dilakukan secara berkelanjutan.
Gereja mengajar melalui sekolah gereja, di Amerika serikat berarti sekolah minggu gereja, dengan pengajaran tambahan sepanjang hari-hari lain dan sekolah-sekolah liburan[2]. Gereja zaman sekarang juga berfungsi bukan hanya untuk beribadah tetapi ada kegiatan yang menunjang untuk membangun dan mendidik anggota gereja terutama anak-anak, khotbah hanya dilakukan selama 2 jam dalam setiap minggu, tetapi pendidikan yang dilakukan dapat dilakukan dalam setiap hari untuk memperlengkapi pengetahuan agar adanya pendidikan yang positif karena banyaknya pengaruh dari kegiatan yang tidak menunjang dengan zaman yang semakin memiliki pengaruh adanya kemajuan teknologi, maka anak-anak dalam gereja jika tidak mendapat pendidikan dari gereja maka ada mengakibatkan generasi yang memiliki karakter yang buruk.
Memberikan teladan
 Seorang guru akan mempunyai pengaruh yang amat besar terhadap muridnya karena murid mudah sekali meniru tutur kata dan tingkah lagu gurunya. oleh karena itu, seorang guru perlu selalu memperhatikan diri sendiri apakah ia sudah menjadi teladan yang baik bagi muridnya[3]. Salah satu yang menunjang keberhasilan seorang murid ditunjang oleh sikap seorang guru, guru harus mempunyai integritas, bukan hanya kelihatan baik ketika di depan murid, tetapi ketika tidak di depan murid harus bersikap baik, sikap guru yang salah akan menyebabkan kegagalan kemajuan murid, perkataan yang tidak membangun hal yang baik di depan murid mengakibatkan  ketidak percayaan murid terhadap guru. Banyak pemimpin yang memimpin dengan tidak melihat kepentingan orang lain, kepedulian dengan sesama menjadi cerminan bagaimana pendidikan yang diajarkan kurang diperhatikan pentingnya melihar sikap seorang guru yang penjadikan teladan agar kepemimpinan menjadi lebih baik. 
Memahami para murid
Guru harus memusatkan perhatianya dengan para murid dengan menghargai setiap pribadi, Tuhan Yesus tidak terlalu kuatir mengenai berapa besar jumlah. Ia bersedia untuk mengajar secara pribadi seperti Nikodemus seorang pemimpin agama dalam kalangan orang Yahudi, tetapi juga kepada orang-orang yang di asingkan seperti wanita samaria yang dianggap sebagai orang yang tidak berarti tetapi Tuhan Yesus memahami setiap pribadi[4]. Tuhan Yesus sebagai guru agung telah memberikan teladan dengan memahami para murid dari kedua belas murid Tuhan Yesus memiliki karakter yang harus dipahami dengan pendekatan yang berbeda, Tuhan bertemu dengan berbagai orang mulai dengan orang yang pintar dan ada orang yang tidak diperhatikan, tetapi Ia memahami keadaan walaupun berbeda dengan budaya dan latar belakang keluarga, lingkungan.
Sebagai guru yang mengajar kepada murid harus memahami dengan tidak membeda-bedakankan antara murid yang satu dengan yang lainnya, dan murid harus dibimbing yang benar, yang pintar dah kaya bukan menjadi prioritas tetapi semua sama, memahami anak-anak yang diajarkan harus memahami dari lingkungan dan keluarga, keluarga yang kurang memperhatikan anak akan mengakibatkan kebutuhan perhatian dan dukungan kepada anak-anak yang tidak mendapatkan dukuangan keluarga, seorang guru harus memperhatikan juga kepada mereka yang membutuhkan perhatian dengan ketulusan hati.

Sebagai guru agung Tuhan Yesus mengajarkan untuk menjadi guru yang kreatif kepada para murid yang diajar-Nya berbagai metode dilakukan dalam pelayanannya, guru yang kreatif juga memperhatikan segala alat dan cara yang dapat diperolehnya, serta mendasarkan cara-cara itu pada prinsip-prinsip mengajar yang sehat[5]. Supaya setiap murid mengerti dengan apa yang disampaikan maka dibutuhkan cara agar murid menerima ajaran dengan baik dan melakukan sesuai dengan ajaran Tuhan Yesus menerapkan kepada murid dan murid memahami danm melakukan walaupun Tuhan Yesus sudah tidak bersama para murid tetapi injil keselamatan terus menerus disampaikan.  
Pentingnya seorang guru dikenal oleh seorang murid yang dilakukan oleh Tuhan Yesus dan para murid Tuhan Yesus untuk menunjukan sikap seorang guru yang penuh perhatian, mengerti dan mengenal murid yang diajarkan kebenara.
Mengajar dengan kreatif
            Mengajar secara kreatif berarti dengan sengaja atau secara sadar dan secara efektif memusatkan perhatian pada aktivitas-aktivitas belajar yang dapat meningkatkan tahap belajar para pelajar[6]. Pengajaran yang kretif menyebabkan pengaruh yang luar biasa ketika Tuhan Yesus mengajarkan para murid, semua bangsa mendapat pengaruh dari ajaran yang disampaikan, amanat untuk memberitakan injil tercapai bahkan kepada seluruh dunia diberitakan kabar keselamatan.
            Tuhan Yesus sangat mengerti bagaimana untuk mengenal murid yang sekalipun memiliki karakter yang sulit dan keras, tetapi Tuhan Yesus dapat menggunakan sebagai alat perluasan injil seperti Paulus yang ketika menganiaya jemaat Allah dan membunuh orang yang berada dalam jalan yang benar.
            Guru yang kreatif mengerti bagaimana mengajar supaya murid memahami dan tidak bosan dan malas ketika diajarkan dan ingin terus menerus di ajar, Tuhan Yesus memili banyak metode yang menarik dalam mengajarkan firman Tuhan sehingga murid-murid terus mengikutinya selama memberitakan injil dari kota hingga ke desa banyak murid yang ingin mendengarkan firman yang diberitakan-Nya.
            Soal praktis ini bukan perkara moderen saja, melainkan Tuhan Yesus sendiri mempergunakan berbagai-bagai metode dalam menyampaikan berita-Nya mengenai kerajaan Sorga. Ternyata bahwa Ia sangat berhasil  sebagai seorang guru, bukan hanya disebabkan isi pengajaran-Nya, tetapi juga oleh karena cara yang dipakai-Nya[7]. Siapapun guru pengajar membutuhkan cara yang menarik, Tuhan Yesus menggunakan metode yang mudah dipahami, metode kuliah atau ceramah, metode bercerita, berdiskusi, bertanya, dan masih banyak lagi yang membuat murid senang untuk datang.
            Guru sekolah minggu yang meajarkan pendidikan harus mengambil dan mempelajari metode yang digunakan oleh Tuhan Yesu bagaimana menghadapi murid, ada saatnya menggunkan metode ceramah hanya guru yang menyampaikan pengajaran dan murid hanya diam untuk mendengarkan apa yang disampaikan guru
            Metode bercerita mungkin cocok dengan anak-anak yang masih suka mendengarkan cerita dari pada hanya khotbah karena mungkin tidak dimengerti anak-anak pada usia tertentu yang lebih mengerti jika dijelaskan dengan cerita.
            Metode berdiskusi sangat penting untuk melatih anak didik mengeluarkan ide untuk menyelesaikan suatu masalah yang akan dibahas yang membutukkan ide dari orang lain.
            Metode bertanya sangat baik untuk anak yang kurang mengerti apa yang telah di jelaskan dan timbal balik guru yang menanyakan kepada murid apakah sudah memahami dengan apa yang diajarkan oleh guru, guru dapat memahami sejauh mana pengertian anak.
            Metode menggunakan alat untuk menyampaikan firman, Tuhan Yesus menggunakan mata uang koin, biji sesawi, benih gandum untuk menjelaskan kasih Allah kepada manusia, guru sekolah minggu dapat menggunakan alat yang sederhana dan mudah untuk dimengerti, alat yang sudah dikenal oleh murid yang ada disekitar tempat tinggal murid yang diajarkan, kesalahan terjadi ketika guru mengajarkan alat yang digunakan dianggap asing bagi murid yang membuat murid sulit memahami.
            Tuhan Yesus tidak membatasi tempat ibadah hanya disebuah gedung yang mewah dan fasilitas yang hebat, Ia menggunakan sarana dalam pendidikan diberbagai tempat, berkhotbah diatas bukit, di pinggir pantai dan di rumah orang yang di anggap tidak layak di rumah Zakeus seorang yang bekerja sebagai pemungut cukai yang bertobat menerima Tuhan Yesus di rumahnya, menunjukan sebagai seorang guru tidak menunggu ketika fasilitas tersedia dan mewah baru mengajar, tetapi menggunakan apa yang ada untuk mengajar tidak terbatas hanya ketika di gaji oleh gereja baru mengajar Tuhan Yesus menunjukan teladan bahkan dengan Cuma-Cuma darah-Nya menebus umat manusia, guru yang baik selalu menggunakan situasi apapun keadaannya dapat mengajarkan kepada orang lain tentang kebenaran.
            Guru yang mengerti dengan apa yang akan diajarkan sebelum mengajarkan bahan yang akan diajarkan kepada para murid tentunya akan melihat apakah yang diajarkan sesuai dengan kebenaran firman Tuhan, jika tidak sesuai harus di ubah dika tidak akan terjadi penyesatan yang dilakukan seorang pengajar, Tuhan Yesus mengajarkan apa yang dikatakan Bapa kepada-Nya menunjukan ketaatan dan pengajaran sesuai dengan apa yang diperintahkan.
            Guru sekolah minggu harus memiliki keyakinan yang benar tentang iman kebenaran, supaya tidak terjadi salah pengajaran, rasul Paulus mengatakan sebagai guru yang mendidik harus terus mengawasi pengajaran, jika tidak terkontrol dalam mengalar akan menyebabkan kebingungan murid mengenai apa yang diajarkan dan murid dapat menerapkan hal yang salah.
            Guru yang mengajar, berkotbah, bercerita dengan sembarangan, akan memiliki akibat dan menuntut pertanggungjawaban kepada guru yang mengajarkan kesalahan kepada murid[8]. Guru memiliki tanggungjawab bukan hanya kepada dirinya sendiri terlebih murid yang diajanya, Tuhan Yesus menegaskan angat keras barang siapa menyesatkan seorang yang belum mengenal kebenaran lebih baik jika batu kilangan diikatkan pada lehernya dan di buang kelaut, menunjukan mengajar orang lain harus dengan keseriusan dan penuh tanggungjawab dengan apa yang disampaikan, berakibat fatal jika pengajaran yang salah disampaikan terus menerus, akan menyebabkan kesalahan yang berkepanjangan dan semakin banyak orang yang kehidupannya akan lebih buruk.
            Tuhan Yesus yang adalah Tuhan guru yang agung memiliki waktu untuk berdoa, penting bagi seorang guru sekolah minggu untuk meminta tuntunan Roh Kudus dengan berdoa, agar diberikan hikmat dalam mengajar dan diberikan kekuatan dalam menyampaikan kebenaran tidak menyesatkan orang lain.
           
 PASAL III
KESIMPULAN
Tuhan Yesus merupakan guru yang agung yang harus diteladani, selama pelayanan-Nya di dunia menunjukan pengaruh yang luar biasa, murid-murid yang mengikuti pengajaran-Nya memberikan dampak bagi semua orang untuk menerima Yesus Kristus sebagai Tuhan dan juru selamat pribadi.
Guru sekolah minggu memiliki tanggungjawab bukan hanya menyampaikan firman kepada murid terlebih kepada Tuhan yang memberikan tanggungjawab yang harus dilakukan, guru harus menjadi teladan dengan sikap perkataan dan perbuatan yang menunjukan murid Yesus kristus.
Guru harus memperlengkapi dirinya sendiri dalam pengajarannya sebelum mengajar orang lain, memiliki kemampuan dan menggunakan metode yang diajarkan Tuhan Yesus, dan menggunakan waktu sebaik-baiknya untuk memberikan dampak kepada orang lain terlebih para murid.
Guru sekolah minggu penting untuk memiliki waktu pribadi dengan Tuhan, supaya ada tuntunan Roh Kudus yang menuntun dalam mengajarkan dan menjaga sikap agar menjadikan teladan bagi murid-murid yang diajarkan kebenaran.
Tuhan Yesus tidak akan membiarkan setiap orang yang terpanggil dalam pelayanan untuk melayani oran lain sama ketia Tuhan Yesus mendidik kedua belas murid-Nya yang memberikan pengaruh kepada dunia dengan ajaran kebenaran,


DAFTAR PUSTAKA

1.       Kristianto, Drs. Paulus Lilik, M.Si.,Th.M, Prinsip dan prakte pendidikan agama Kristen, Yogyakarta : Penerbit buku dan majalah rohani, 2008

2.       Cully, Irisn V., Dinamika pendidikan Kristen, pen.P. Siahaan Stephen Suleeman, Jakarta : BPK Gunung Mulia, 2009

3.       Setiawani, Dr. Mary Go, Pembaharuan Mengajar, Bandung : Yayasan Kalam Kudus, 1867

4.       WcMillin, Joe.L., Cara mengajar yang lebih berhasil, Bandung : Lembaga Literatur Baptis, 1972

5.       Ford, Leroy, Alat-alat mengajar, Bandung : Lembaga Literatur Baptis, 1972

6.       Richards, Lawrence O. Mengajarkan Alkitab secara kreatif, Pen. Ny. Adina Chapman dan Ny. Pauline Tiendas, Bandung : Yayasan Kalam Hidup, 2000

7.       Homrighausen, Dr. E.G. dan Dr. I.H. Enklaar, Pendidikan Agama Kristen, Jakarta : BPK gunung mulia, 2004

8.       Tong, Pdt. Dr. Stephen, Arsitek Jiwa, Jakarta : Lembaga Reformed Injili Indonesia, 1993




[1]

Rabu, 19 Juni 2013

TUGAS RESENSI BUKU
MATA KULIAH PEMBINAAN WARGA GEREJA



JUDUL BUKU                        :      Memimpin Gereja secara mantap
PENGARANG                        :      Warren W. Wiersbe dan Howard F. Sugden
PENERBIT                              :      Lembaga Literatur Baptis
JUMLAH HALAMAN           :      231
JUDUL BUKU                        :      Sekelumit Tentang Gembala Sidang
PENGARANG                        :      John E. Ingouf
PENERBIT                              :      Lembaga Literatur Baptis
JUMLAH HALAMAN           :      128

            Setiap hamba Tuhan yang telah dipanggil Tuhan harus yakin akan panggilannya agar tetap setia dan tidak hanya sesaat melayani Tuhan, menghargai setiap panggilan Tuhan itu yang terpenting, memiliki hidup yang kudus dihadapan Tuhan, rencana Allah yang paling lazim ialah ; Allah membiarkan seseorang membuktikan kesetiaannya dulu dalam hal-hal kecil, barulah orang itu dipercayai dengan hal-hal yang besar. Ia tidak memberikan kepercayaan yang mukin kita belum sanggup melakukan karena kemampuan yang perlu ditingkatkan, Tuhan mengajarkan untuk melakukan apa saja yang mungkin di anggap hal yang kecil, tetapi Tuhan akan memberikan  sesuatu yang mungkin tidak terpikirkan kepercayaan yang Ia percayakan kepada kita.
            Setiap pemimpin harus mampu menempatkan diri dalam berjemaat, hidup bergaul dengan siapa saja, anak sekolah minggu, remaja, pemuda dewasa bahkan orang yang telah lanjut usia dengan memahami setiap pribadi dengan permasalahan yang berbeda, hamba Tuhan harus mampu memahami setiap karakter yang baraneka ragam karena umur yang berbeda memiliki tingkat emosional yang berbeda, harus penanganan yang tepat. Hamba Tuhan harus belajar menjadi pendengar yang baik untuk mendengar permasalahan yang dialami setiap orang, dengan latar belakang permasalahan yang mudah diselesaikan dan yang sulit diselesaikan dan membutuhkan waktu yang lama, hamba Tuhan harus memiliki kesabaran dalam mendengar setiap keluahan.
            Seorang pemimpin maupun hamba Tuhan harus peduli terhadap lingkungan, mengenal setiap orang yang dilingkuangan gereja, situasi disekitar gereja, dan mengahargai setiap perbedaan yang ada dilingkuan, agama, kebudayaan, dan keanekaragaman yang dimiliki lingkungan, harus mengasihi walaupun dengan mereka yang tidak seiman, toleransi sangat diperlukan, gereja harus memberikan dampak yang baik bagi masyarakat disekitar, agar terjalin keamanan bersama dan rasa memiliki gereja oleh orang lingkungan sekitar gereja yang menjadi bagian gereja.  
            Pemimpin gereja yang kreatif harus mempunyai banyak ide dan strategi bagaimana menjadikan suasana yang nyaman dan tidak membosankan dalam gereja yang hidup dengan program yang dilakukan dan menarik tidak membosankan bagi jemaat, yang perlu diperhatikan pelayanan mimbar, musik, serta kegiatan bagi setiap orang dan setiap usia menerima dampak dan manfaat dari program yang dilaksanakan, program sekolah minggu yang menarik, persekutuan pemuda yang dapat meningkatkan mutu gereja agar pemuda menjadi penerus gereja, proram yang benilai positif dapat menjadikan gereje berkembang dan makin memuliakan nama Tuhan.
            Pentingnya pempimpin belajar untuk mengatasi setiap permasalahan yang ada baik dalam gereja maupun masalah dalam setiap jemaat, keputuan yang bijak dan etis sangat diperlukan karena setiap jemaat memiliki permasalahan yang berbeda dan cara penyelesaian yang berbeda, pemimpin harus datang kepada Tuhan untuk berdoa dalam penyelesikan persolan yang ada.
Pemimpin gereja harus dengan teliti memeriksa anggaran dasar gereja dan setiap perencanaan yang telah disetujui oleh pengurus harus melibatkan dan mengetahui semua jemaat yang telah diprogramkan harus mengetahui pengurus inti gerea dan jemaat, pentingnya pengontrolan keuangan agar tepat digunakan dan tidak ada yang melakukan kecurangan dalam masalah keuangan yang mengakibatkan permasalahan di dalam gereja.
Seorang peminpin penting untuk menjadi teladan baik dalam keluarga yang terdekat mejaga keharmonisan kelurga yang menjadi cermin bagi semua orang bagaimana keluarga yang dikendaki oleh Tuhan pentinya memahami setiap anggota keluarga, seorang pemimpin gereja harus memiliki pasangan yang mendukung dalam pelayanan yang memberikan motifasi dan dukungan penuh untuk melayani Tuhan, anak-anak harus didik untuk mengerti pelayanan orangtua agar terjadi keharmonisan dalam seorang gembala yang menjadi teladan. 
Pemimpin gereja harus mengerti dan memahami setiap domba-domba yang dipercayakan tidak secara otoriter dalam memimpin dan mengarahkan jemaat dengan, kunjungan harus dilakukan agar domba-domba mendapat perhatian tanpa memilih domba mana yang harus di utamakan, semua domba sama untuk mendapat perhatian, berdoa bersama dalam jemaat yang sakit harus diperhatikan lebih serius sangat peting untuk memberikan kekuatan.
Seorang pendeta atau gembala sidang harus memiliki kemampuan dalam berkhotbah kepada jemaat dengan baik dan gampang diterapkan oleh jemaat, memiliki tujuan yang ingin dicapai dengan jelas, khotbah harus mudah dimengerti oleh semua jemaat, seorang pengkhotbah harus mulai, meneruskan, dan menyelesaikan khotbahnya dengan doa, Roh Kudus akan memimpin setiap pengkhotbah untuk menyampaikan firman-Nya pentingnya doa. Sebelum menkhotbahkan kepada jemaat tentunya apa yang akan dikhotbahkan sudah menjadi bagian yang mengubahkan kehidupan pengkhotbah, bukan untuk menghakimi orang lain, penguasaah gaya, suara dan tempat sangat menentukan agar menarik pesan yang disampaikan.
Gembala Sidang harus memiliki kemampuan berkomunikasi dan membangun hubungan yang baik dengan semua orang, dari golongan masyarakat bawah, menengah dan golongan atas yang memegang peranan yang penting dalam menyampaikan pesan pentingnya komunikasi, suara, gaya bahasa, dan sikap yang menunjukan orang yang menyampaikaan pesan Tuhan, membangun hubungan dengan semua orang melalui pesan yang disampaikan sangat baik agar orang mengenal Yesus Kristus.

Rekomendasi         : Setelah membaca kedua buku tersebut di atas sangat pening dan banyak pengetahuan yang peroleh bagaimana menjadi Gembal sidang yang profesionl dalam memimpin umat Tuhan, gembala sidang dengan tanggung jawab menggembalakan umat Tuhan tetunya tidak mudah banyak tantangan untuk membaca dan menerapkan kedua buku yang telah menjadi pedoman bagi hamba-hamba Tuhan agar meningkatkan kemampuan dalam pelayanan.


                                                                                                                               


               






















































THEMA TAHUNAN

TUGAS                      :  KURIKULUM TAHUNAN
NAMA                       :  OPY SURYANTO
NIM                            :  01.2012.07
MATA KULIAH      :  PEMBINAAN WARGA GEREJA (PWG)
SEMESTER              :  4


Thema Tahunan   : Kehidupan yang telah diperbaharui harus menjadi berkat untuk        kemuliaan nama Tuhan Yesus melalui perkataan dan perbuatan dan  mengandalkan kuasa Tuhan.

Thema Triwulanan      :      I.   Kehidupan harus memberikan dampak yang baik bagi Tuhan
     II.  Kehidupan harus peduli dengan sesama untuk keutuhan tubuh                   Kristus
    III.  Kehidupan menjadi pemberita dan pelaku Firman Allah
    IV.  Kehidupan harus bergantung kepada Tuhan sepenuhnya
                                               
Them  Bulanan            :  I.      Kehidupan harus memberikan dampak yang baik bagi                                                  Tuhan
1. Tinggallah di dalam Tuhan untuk memberikan buah (Yoh                          15:4)
2.   Hidup dengan menanggalkan manusia lama dan mengenakan           manusia baru (Efesus 5 : 22-24)
3.   Matikanlah keinginan duniawi yang menyesatkan dengan berbalik  mementingkan hal yang rohani yang dikehendaki Tuhan (Kolose 3 : 5)




II.                Kehidupan harus peduli dengan sesama untuk keutuhan tubuh Kristus
1.      hidup untuk saling mengasihi sesama manusia (Yoh 15 :    9:17)
2.      mengasihi tanpa syarat harus dengan ketulusan hati (Lukas             6:27b)
3.      hidup saling menerima, rukun, dan sehati tidak mencari        keuntungan sendiri (Roma 15 : 5)

III.             Kehidupan menjadi pemberita dan pelaku Firman Allah
1.  Keberanian dalam pemberitaan Firman untuk memenangkan Jiwa bagi Kristus (Kis :4: 13)          
2.  Mengutamakan Tuhan dan FirmanNya diatas segala-galanya (Mat  8 : 22)
3.  Kehidupan kekal bagi setiap orang yang memberitakan Firman
     Walaupun  mengalami penganiayaan  (Markus 10 : 30)  

IV.      Kehidupan harus bergantung kepada Tuhan sepenuhnya
1.   Segala perkara dapat ku tanggung didalam Dia yang memberikan  kekuatan kepadaku  (Filipi 4: 13)
2.   jauhkan hidupmu dari rasa kekawatiran dan utamakan Tuhan
      (Lukas 12 : 31)
3.   Janganlah takut, berdirilah tetap, dan lihatlah keselamatan dari Tuhan yang akan diberikan-Nya hari ini kepadamu (Keluaran 14 : 13)
                         
  
TUJUAN                :     Adanya peruhan karakter serupa dengan Yesus Kristus dengan hidup diperbaharui dan mejadi teladan

PENGAJARAN           :     Kesatuan jemaat dan kesehatian menjadikan kunci utama keberhasilan, mengahargai setiap jemaat Tuhan, karena Tuhan Yesus Kristus telah menerima dengan tidak mendang pelanggaran yang kita lakukan.                   

KESIMPULAN/PENERAPAN   :  setiap umat Tuhan harus memiliki kasih dalam setiap perkataan dan perbuatan, dengan begitu semua orang akan tahu bahwa kamu adalah murid-murid Yesus Kristus, dan semua bangsa segala lidah akan mengaku bahwa Tuhan Yesus Kristus juruselamat manusia.








KETUHANAN DAN KEMANUSIAAN YESUS KRISTUS DALAM (PL DAN PB)




  
BAB I
PENDAHULUAN

            Pada zaman ini masih banyak perdebatan tentang KeTuhanan dan Kemanusiaan dari Tuhan Yesus Kristus, yang adalah Tuhan bereinkarnasi menjadi manusia banyak pandangan mengatakan mengapa Tuhan dapat menjadi manusia, dan Tuhan mengapa bisa lapar dan haus, dalam makalah ini akan dibahas tentang sifat ke Allahan dan kemanusiaan. Untuk di mengerti agar tidak terjadi perbedaan.
            Sebelum dunia dijadikan akan datangnya Mesias oleh para nabi, telah di nubuatkan dengan adanya seorang yang akan membebaskan manusia dari dosa, tetapi banyak agama menolak bahkan orang Yahudi dari golongan Farisi juga menolak-Nya, yang telah dituliskan oleh nabi Musa, sekarang banyak agama dan kepercayaan yang menolak Tuhan Yesus sebagai Tuhan. Memahami Tuhan yang menjadi manusia sulit jika tidak ada tuntunan dari Roh Kudus dan tidak memiliki iman, karena tidak dapat dimasukan kedalam akal manusia yang terbatas, dengan memahami kuasa Tuhan yang tidak terbatas.
            Memahami kemanusiaan Tuhan Yesus Kristus sangat penting, Ia yang adalah Tuhan merendahkan diri mengambil rupa seorang hamba, bahkan memberikan darah-Nya untuk menebus dosa manusia, mendamaikan manusia dengan Allah, sehingga manusia mendapatkan pembenaran secara Cuma-Cuma, sebagai manusia Ia merasakan apa yang manusia rasakan, kelemahan fisik, sifat manusia. Dengan penjelasan yang ada dalam makalah supaya dapat bermakna dan menjadi pedoman.

BAB II
KETUHANAN DAN KEMANUSIAAN YESUS KRISTUS DALAM (PL DAN PB)

            Tuhan Yesus di bumi pada 2000 tahun yang lalu, hidup dengan orangtua bergaul dengan lingkungan keluarga dan masyarakat mengalami pertumbuhan normal sama seperti manusia, mengalami masa kanak-kanan, dewasa dan akhirnya melakukan pelayanan kurang lebih tiga setengah tahun waktu yang cukup singkat namun ajaran dan pengikutnya hingga kini makin bertambah banyak, tetapi sebelum Ia di dunia Ia sudah ada karena dunia dijadikan oleh-Nya, Tuhan Yesus mengatakan dalam Yohanes 8: 58”Aku berkata kepadamu, sesungguhnya sebelum Abraham jadi, Aku telah ada” hal ini merupakan pengungkapan keunikan diri-Nya yang tak terbatasi oleh ruang, waktu dan tempat[1]. KeTuhanan dari pada Yesus Kristus adalah kekal dahulu sekarang dan selama-lamanya, tidak ada batasannya yang awal dan yang akhir, di dalam Yohanes 1 : 1 menjelaskan tentang Firman (Logos) yang adalah Yesus Kristus telah menjadi daging (sarkos), membuktikan tidak ada sesuatu yang ada di kolong langit tidak diciptakan oleh-Nya, tanpa kuasa-Nya tidak ada yang jadi hanya melalui Yesus Kristus, ketika Allah menciptakan manusia, Allah berfirman marilah kita mendikan manusia menurut gambar dan rupa kita, menandakan bahwa Yesus Kristus yang adalah Firman itu sendiri turut mengambil peranan penting dalam penciptaan segala sesuatu termasuk manusia yang sempurna dari makluk yang lain untuk memelihara dan menguasi bumi. Yesus yang adalah Firman memiliki kesatuan dengan Allah tidak dapat terpisahkan, Tuhan Yesus sendiri mengatakan “Bapa dan Aku adalah satu”  mengungkapkan bahwa Yesus Kristus juga turut menciptakan manusia. Kesatuan yang tidak terpisahkan untuk selamanya, sebelum firman menjadi manusia pribadi kedua dari Allah Yaitu Yesus Kristus yang disebut juga sebagai Melekh Yahweh (Kej 22 :11,15-16), beberapakali menunjukan keAllahannya, bertemu dengan Abraham, Hagar, Musa untuk menyampaikan Firman-Nya yang mengambil wujud seperti malaikat dan setelah bereinkarnasi menjadi manusia tidak ada lagi penampakan Melekh Yahweh atau disebut Malaikat Allah.
            Kehidupan setiap manusia perbeda dan memiliki keunikan masing-masing begitu juga dengan  Yesus Kristus yang telah dinubuatkan dalam Perjanjian Lama dan di genapi dalam Perjajian Baru,  Allah mengatakan kepada Musa bahwa seorang nabi akan dibangkitkan bagi umat Israel dan seluruh umat manusia Yaitu sang Mesias Yesus Kristus. Banyak doktrin yang menolak kemanusiaan sejati Yesus Kristus seperti “Christian Sciene”. Itu sama dengan menolak keIlahian Yesus Kristus[2] . sifat kemanusiaan Yesus yang sama dengan manusia, turut merasakan kelemahan yang dialami oleh manusia ; memiliki tubuh jasmani merasakan bayak hal,  Ia dilahirkan sama dengan manusia, bertumbuh menjadi dewasa, dapat dilihat dan dijamah oleh orang, memiliki jiwa dan roh manusia, Ia terbatas seperti manusia ; ia lapar, merasa haus, Ia lelah, Ia menangis, Ia dicobai, Ia mempunyai nama-nama manusia, dan mati sama seperti manusia pada umumnya.
            Tuhan Yesus yang mengambil rupa seorang hamba sama dengan manusia, tetapi keAllahanya tetap ada dan nyata ketika menjadi manusia, Ia dapat melakukan berbagai hal diluar kemampuan manusia, banyak mujizat yang di lakukan dalam pelayanan-Nya, pada pesta perkawinan di Kana, air yang di ubah menjadi anggur, menyembuhkan orang sakit, membangkitkan orang mati, memeri makan lima ribu orang hanya dengan lima roti dan dua ekor ikan, berjalan diatas air, dan menenangkan badai yang mengamuk. Bukti bahwa walaupun dalam rupa Allah tetapi kuasnya nyata. Yesus yang adalah Allah mengambil bagan manusia.
            Yesus Kristus mengosongkan dirinya kedalam dunia bukan berarti kemulian dan keIlahin-Nya ditinggalkan atau dikurangi, dalam tubuh insanipun Ia tetap sehakekat dan setara dengan Allah, tetapi dalam Tubuh insani Ia membatasi pemanifestasiaan kemuliaan dan keilahian-Nya. Tuhan Yesus Kritus yang satu-satunya mempunyai kepribadian Allah sejati dan manusia sejati.
            Sejak kejatuhan Adam dalam dosa, janji pertama adalah “keturunan perempuan” Firman Dia akan meremukan kepala ular, menandakan bahwa Yesus Kristus sebagai mesias akan menang atas ular yaitu iblis, untuk itulah Allah harus datang ke bumi dengan mengenakan tubuh manusia dan dilahirkan melalui Perawan Maria bukan melalui persetubuhan dengan seorang laki-laki, yang dikandung dari Roh Kudus. Dia telah menjadi Allah sejati dan Manusia sejati[3]. Membuktikan penggenapan dengan kedatangan sang juruselamat bagi umat manusia, manusia telah memiliki dosa sejak kejatuhan Adam dalam dosa, tetapi Yesus Kristus tidak berdosa, walaupun dikandung dari manusia tetapi Ia bukan dari manusia.
            Ketika Tuhan Yesus mati sebagai manusia dikayu salib untuk menebus umat manusia, Iblis telah dikalahkan dengaan Kebangkitan adalah puncak perjalanan hidup Yesus.Ia telah memberitahukan pelbagai kesempatan. Tidak ada alasan untuk meragukan kebenaran Injil dan niat mereka untuk menyatakan bahwa Yesus telah dibangkitkan dari maut dengan seluruh tubuh jamasi-Nya[4]. Yesus yang adalah Tuhan telah mengalahkan maut dengan kebangkitan-Nya, tidak ada masusia yang dapat melakukan seperti yang dilakukan oleh Tuhan Yesus, karena Dia Allah sejati dan Manusia sejati.
            Tuhan Yesus memiliki Sifat keTuhanan mekipun banyak tantangan yang berbeda pandangan, karena telah memperlihatkan pengaruh yang reaksioner dalam masyarakat. Apabila Yesus tidak memiliki sifat keTuhanan Ia bukan Tuhan, jika Ia bukan Tuhan Ia tidak turut campur dalam kegiatan moral kita[5] . Tuhan Yesus Kristus memiliki sifat keTuhanan tentunya yang menjadi dasar iman kepercayaan iman umat Kristen di dunia dengan teladan yang diberikan bahkan penyataan yang Tuhan Yesus berikan bahwa Ia datang ke dunia bukan karena kehendak-Nya sendiri tetapi Bapa yang mengutus untuk menyalamatkan umat manusia, ajaran dan kebenaran membuat banyak perubahan dalam setiap kehidupan manusia, walaupun bannyak pandangan yang menentang keTuhanan Yesus Kristus, Alkitab menjadi dasar yang kuat tentang ajaran dan kebenaran-Nya.
            Yesus menggenapi apa yang telah dinubuatkan para nabi sebagai mesias, Ketika Ia mengatakan “Waktunya sudah genap” sebagai Manusia Ia menjalankan apa yang diperintahkah Bapa. Mendengar ungkapan-ungkapan seperti itu, tidak mengherankan bahwa murid-murid Yesus mulai memandang Dia sebagai Mesias[6]. Umat Tuhan yang telah mengenal Yesus Kristus sebagai Tuhan yang telah menggenapi apa yang telah dinubuatkan tetunya memberikan sikap yang sama untuk mempercayai Tuhan Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat Pribadi.

BAB III
KESIMPULAN

            Dengan dasar iman kepada Kristus akan dua sifat yang ada dalam diri Yesus Kristus Yaitu keTuhanan dan kemanusiaan bahwa Alkitab telah menjelaskan tentang kepribadian-Nya yang mulia demi umat manusia rela mati di kayu salib untuk menebus dosa umat manusia.
            Dengan Sifat keTuhanan yang dimiliki mebuktikan tidak ada sesuatu yang terjadi tanpa Firman Yaitu Yesus Kristus yang telah ada sejak dahulu kala sebelum dunia dijadikan sifat KeTuhanan dan kuasa-Nya telah ada sekarang dan selama-lamanya, sifat kemanusiaan yang sama dengan manusia membuktikan Ia turun kedunia merasakan kelemahan apa yang dialami manusia untuk memberikan manusia pengharapan kepada keselamatan, mendamaikan manusia dengan Allah karena dosa yang dilakukan manusia. Tuhan Yesus Kristus adalah jalan satu-satunya menuju keselamatan, karena Dialah Allah sejati dan Manusia sejati yang telah dinubuatkan Mesias yang dijanjikan, murid-murid telah percaya kepada-Nya, kini seharusnya yang dilakukan umat Tuhan percaya kepada-Nya yang berkuasa atas semua yang ada di dunia yang akan datang kali kedua menggenapi nubuatan yang telah dijanjikan bahwa Ia akan datang menjemput umat-Nya.

DAFTAR PUSTAKA
  1. Pdt. Chris Marantika, Th.D.,D.D. KRISTOLOGI.
  2.  Pdt. Abraham Park, D.Min.,D.D. PELITA PERJANJIAN YANG TAK TERPADAMKAN
  3. Merril C. Tenney. SURVEI PEJANJIAN BARU
  4.   Kenneth E. Hagin. NAMA YESUS
  5. R.T. France. YESUS SANG RADIKAL