Selasa, 27 November 2012


PENDIDIKAN AGAMA KRISTEN DALAM KELUARGA



BAB I
PENDAHULUAN

Keluarga adalah perkumpuluan yang terkecil tetapi pembentukan yang paling penting Tuhan menciptakan kehidupan manusia untuk memenuhi bumi berasal dari keluarga Adam dan Hawa yang diperintahkan Allah membentuk suatu keluarga dengan perintah mentaati perintahNya, memenuhi bumi dan merawatnya serta keluarga yang pertama dibumi diperintahkan untuk bertambah banyak guna memenuhi bumi. Dengan Tujuan yang baik untuk kemuliaan Allah.
Dalam makalah ini akan  membahas bagaimana pentingnya keluarga untuk memberikan perlindungan dan karakter anggota keluarga, apa yang seharusnya dilakukan oleh keluarga dan bagaimana orangtua memberikan pendidikan kepada anak-anak, agar perkembangan anak bukan hanya secara fisik tetapi perkembangan Rohani, perhatian yang baik diberikan orangtua akan mendukung tingkat kedewasaan, pentingnya hubungan juga menjadi peranan yang penting dalam keluarga, waktu juga mendukung hubungan dalam keluarga, karena pentingnya kebersamaan, dalam makalah ini juga akan dijelaskan pagaimana pendampingan yang baik dalam kerohanian, saat teduh dan hubungan keluarga yang dekat kepada Tuhan akan meningkatkan keutuhan serta bagaimana keluarga dapat menjadi teladan bagi keluarga yang lain khusus keluarga yang belum mengenal Kristus dan menjadi contoh kehidupan yang harmonis. Tuhan menginginkan keluarga yang harmonis dalam sikap dan perbuatan untuk kemuliaan Tuhan.

BAB II
PENDIDIKAN AGAMA KRISTEN DALAM KELUARGA

            Lembaga masyarakat yang paling kecil tetapi penting adalah keluarga. Ketika Tuhan Yesus hadir di dunia Dia tinggal di sebuah keluarga yang takut akan Tuhan, memiliki orangtua yang bernama Yusuf dan Maria mendapatkan pendidikan dengan baik oleh keluarga, pentingnya pendampingan untuk meningkatkan kerohanian, Tuhan Yesus juga selain pendidikan dalam lingkungan keluarga tetapi juga pendidikan formal bahkan mengenal tradisi dam budaya, untuk sekarang ini pentingnya pendidikan dalam keluarga karena tanpa pendidikan yang cukup maka pertumbuhan rohani seorang anak akan mengalami karakter yang jauh dari Kristus.
                        DR. Kenneth Chafin dalam bukunya IS There a Family in the House memberikan gambaran tentang maksud keluarga dalam lima identifikasi salah satunya iyalah Keluarga merupakan tempat untuk bertumbuh, menyangkut tubuh, akal budi, hubungan sosial, kasih dan Rohani. Manusia diciptakan menurut gambar Allah sehingga mempunyai potensi untuk bertumbuh. Keluarga merupakan tempat untuk memberi energi, perhatian, komitmen, kasih dan lingkungan yang kondusif untuk bertumbuh dalam segala hal kearah Kristus Yesus.[1]  kelurga yang baik juga harus mempertimbangkan tempat untuk tumbuh kembang anak, lingkungan sangat mengdukung karakter seorang anak membutukkan adaptasi dengan lingkungan, jika lingkungan tidak mendukung maka anak akan mengalami pertumbuhan rohani yang sulit berkembang, kondisi lingkungan keluarga angat penting, karena lebih dekat dengan keluarga setiap harinya untuk menuntun perkembangan secara Rohani yang terpenting, jika anak berada pada lingkungan keluarga yang sering berkonflik maka anak akan mudah mengikuti apa yang dilihat dan bisa terjadi didalam keluarga, keluarga harus memiliki komunikasi yang cukup untuk memberikan perhatian kepada setiap anggota terlebih anak yang selalu membutuhkan perhatian dari orangtua, menjaga komunikasi dengan sopan kepada siapapun terlebih anggota keluarga sangat penting merupakan didikan yang harus diajarkan oleh keluarga, bagaimana cara berkomunikasi terhadap oranglain, kepada yang lebih tua, kepada orangtua, bimbingan perlu dilakukan orangtua kepada anak cara penyampaian berkomunikasi dan nada berkomunikasi untuk menghargai oranglain, menghargai budaya setiap daerah memiliki karakter yang berbeda-beda bagaimana cara berkomunikasi, hal itu harus diajarkan kepada anak, misalnya keluarga yang berasal dari suku Jawa harus mengajarkan bagaimana cara berkomunikasi yang baik, agar kesopanan selalu di jaga dalam berkomunikasi.
            Orangtua selain mengajarkan bagaimana berkomunikasi yang baik kepada anak perlunya kerjasama orangtua ayah dan ibu harus memiliki peranan masing-masing sesuai tetapi memiliki satu kesatuan dalam membimbing orangtua tidak membeda-bedakan setiap pribadi anak dan tidak memilih kasih, seorang ayah mempunyai peranan yang penting dalam keluarga. Ayah adalah kepala keluarga yang harus mendidik anak memberikan pendidikan yang terbaik kepada semua anggota keluarga an termasuk anak dalam kondisi apapun harus menjamin pendidikan anak dan ibu sebagai penolong karena keutuhan keluarga sangat bergantung kepada peranan ayah dan ibu. Anak laki-laki memerlukan model yaitu ayahnya[2] dan anak perempuan memerlukan model yaitu ibunya, jika keluarga salah mendidik anak karakter akan terbawa hingga dewasa dan sulit untuk merubahnya, cara memperlakukan seorang anak sangat penting, gegagalan orangtua dalam memperlakukan seorang anak dapat berakibat fatal, seorang anak perempuan harus diperlakukan pendidikan bagaimana pertumbuhan seorang anak perempuan melalui sikap dan karakternya juga sebaliknya seorang laki-laki harus diperlakukan bagaimana sikap seorang laki-laki bertumbuh.
                        Kedudukan dan fungsi suatu keluarga dalam kehidupan manusia sangat primer dan fundamental. Keluarga pada hakekatnya merupakan wadah pembentukan masing-masing anggotanya, terutama anak-anak yang masih berada dalam bimbingan tanggungjawab orangtuanya[3]. Keluarga merupakan lingkungan yang terutama melakukan pembentukan sosial anak untuk menentukan tujuan seorang anak dan tempat tumbuh kembang yang baik memberikan kasih sayang, rasa aman, ramah anak harus tertanam dalam prinsip keluarga, kelaurga menjadikan keamanan dan kenyamaan seorang anak agar terjadinya keakraban, ketika seorang anak merasa terancam dan takut terhadap lingkungan di luar keluarga, keluarga sanggub memberikan perlindungan itu menjadi perintah Tuhan ketika manusia di ciptakan, karena didalam keluarga seorang anak menemukan arti dan fungsinya ia ada dalam dunia.
                        Keluarga menjadi fungsi terpercaya untuk saling membagikan beban masalah, mendiskusikan pokok-pokok masalah, mematangkan segi emosional, mendapatkan dukungan spiritual[4]. Seorang anggota keluarga membutuhkan dukungan dari keluarga dalam hal kepercayaan, ketika lingkungan diluar keluarga, sekolah, masyarakat dan teman sebayanya sulit menyimpan rahasia seorang anak dan apa yang dikatakan tidak dipercaya oleh orang lain keluarga mampu mendengar dan menyimpan kepercayaan serta mengarahkan memberikan petunjuk apa yang harus dilakukan ketika anak-anak mengalami masalah, keluarga memberikan perhatian dan mendengar secara serius karena apa yang menjadi beban seorang anak merupakan beban keluarga yang harus diselesaikan secara bersama-sama, memberikan kekuatan untuk menghadapi setiap masalah dengan mengenalkan Tuhan yang sanggup mengatasi setiap persoalan, mendiskusikan permasalahan untuk menyelesaikan dengan yang terbaik bagi anak, memberikan waktu untuk menyelesaikan secara cepat dan penuh pertimbangan mengajarkan anak dalam hal emosional agar anak-anak terlatih dalam menyelesaikan masalah itu sangat penting. Keluarga terutama orangtua perlu mengenal setiap karakter setiap anak, apa yang harus dilakukan ketika anak mengalami masalah, apa yang anak sukai misalnya berekreasi, menyalurkan hoby, bersantai, kreatifitas itu sangat penting untuk diketahui oleh orangtua agar orangtua memiliki pendekatan kepada setiap anak yang tepat dan mengani masalah anak tepat, sehingga tidak menjadi beban kepada anak, penyegaran dalam keluarga sangat penting, berekreasi sangat diperlukan itu juga merupakan pendidikan yang harus dilakukan, keluarga memiliki waktu yang rutin untuk saat berekreasi bisa dilakukan  kesepakatan dan anggaran keluarga harus dibicarakan bersama, hungan menjadi lebih baik ketika ada waktu-waktu yang baik untuk menghilangkan rasa jenuh dalam pekerjaan, dan membutuhkan waktu yang lebih santai, keharmonisan akan lebih terjamin, orangtua dalam mendidik apa yang disukai anak dalam mengembangkan kreatifitas sangat penting, ketidak tahuan orangtua apa yang disukai anak dapat mengakibatkan salah mendidik, apa yang menjadi kemauan anak tidak dapat dipaksa oleh orangtua untuk menuruti kemauan orangtua, apa yang menjadi hak pilihan anak harus didukung oleh keluarga, jika anak dipaksa untuk mengikuti kemauaan orangtua dalam hal cita-cita, maka anak akan menjadi putus asa karena tidak sesuai dengan apa yang diinginkan anak. Ketika anak yang telah mendapatkan tekanan dari keluarga terlebih orangtua anak tersebuat akan lebih banyak diam, “ kebudayaan bisu “ ditandai oleh tidak adanya dialog dan komunikasi antar anggota keluarga[5]. Mempertahankan diri dan lebih banyak menghindar mengasingkan diri dari orang lain, bila orang tua tidak memberi kesempatan dialog dan komunikasi anak-anak tidak mungkin mau mempercayakan masalah-masalahnya dan membuka diri. Mereka lebih baik berdiam diri saja.
                        Orangtua tentu harus berusaha dengan segala cara untuk memperlakukan anaknya secara adil, benar dan penuh dengan kasih sayang[6]. Tuhan Yesus memerintahkan kepada setiap anak untuk mentaati orangtua, baik maupun buruk sikap orangtua, Tuhan juga memperintahkan kepada orangtua untuk mendidik anak dengan didikan yang benar, orangtua harus adil kepada setiap anak memberikan hasih sayang yang sama, baik amengertipun buruk keadaannya, normal maupun cacat kondisinya kasih tetap nyata.
                        Pendidikan kepada anak dapat dilakukan dengan hal sederhana misalnya cara berpakaian untuk lebih sopan, penting bagi anak untuk berpakaian, apalagi seorang anak wanita karena menunjukan kepribadian yang baik dengan berpakaian yang sopan, dan menjauhkan dari tindak kekerasan hal yang mendasar perlu diperhatikan oleh orangtua. Anak yang beretika baik yang akan memiliki keberhasilan hal itu terutama untuk menumbuhkan kerja yang baik.
                        Pendidikan agama dalam keluarga merupakan dasar bagi seluruh pendidikan lainnya[7], setiap keuarga harus mengajarkan dasar pendidikan yang benar, sejak usia anak-anak harus diajarkan pentingnya pendidikan Agama ketika seorang anak memeiliki Etika tentang agama kebaikan yang diajarkan sangat penting, kepercayaan yang dipelajari sangat penting, dengan metode melatih membaca Firman Tuhan kepada setiap anak, menjelaskan arti Firman Tuhan mempunyai waktu berpuasa dan berdoa bersama-sama untuk mengajarkan pentingnya pendidikan agama, dengan begitu anak akan terbiasa hidup seperti Kristus, pendidikan agama berperan penting dasar utama, karena banyak pemimpin yang sekarang memimpin tidak takut akan Tuhan walaupun memiliki kepandaian dalam ilmu pendidikan, tetapi dasar keagamaan tidak menjadi pokok utama sehingga berani menyebabkan kesengsaraan orang lain, terlebih kepada Tuhan.
                        Orangtua harus memiliki sikap kepada setiap  anak dengan memperlakukan setiap anak itu sesuai keunikannya, wewenang orangtua mudah disalah gunakan. orangtua tidak boleh mematahkan semangat anak-anak mereka[8].  “ jangan bangkitkan amarah di dalam hati anak-anakmu” (Ef 6 : 4), Alkitab mengajarkan pentingnya orangtua memahami hati setiap anak dengan begitu akan menghindari kesalahan rasa sakit hati, demdam, kepada orangtua didikan yang terlalu tegas dan penuh kekerasan bukan mendidik tetapi menyebabkan semangat anak terhadap orangtua semakin jauh di kontrol, terlalu banyak aturan tetapi terkadang orangtua melakukan hukuman yang sangat keras dan hukuman fisik akan mematahkan semangat anak dan akan memberontak kepada orangtua,  orangtua penting untuk memegang janji dan kata-katanya, jika tidak anak-anak dalam keluarga berpendapat orangtua tidak konsisten dalam memegang janji serta apa yang telah di ucapkan. Orangtua bukan bos yang selalu memberikan perintah dan aturan serta kewenangan dalam keluarga bukan untuk melakukan penindasan kepada anak kandung maupun anak adopsi yang Tuhan telah titipkan karena Tuhan akan meminta pertanggungjawaban kepada orangtua dari setiap perlakuannya. Kekuasaan orangtua penting untuk mengambil setiap keputusan yang benar, tetapi bukan untuk memenuhi kebutuhan egonya.
                        Orangtua juga penting mengontrol perkembanganan anak dalam hal media, acara yang ada di TeleVisi tidak semua mebangun kedewasaan anak, anak memiliki tingkat kedewasaan yang berbeda-beda dengan adanya internet makin banyak pengaruh yang akan mempengaruhi bagaimana seorang anak itu bergaul, kejelian orangtua dalam membanagun hubungan sangat penting agar mengetahui apa yang di sukai oleh anak,  pengaruh orangtua secara seratus persen terjadi ketika anak masih bayi, tetapi dengan pertumbuhan kedewasaan, mulai memilih pergaulan yang disesuiakan dengan usianya, sekolah juga memperngaruhi, kenakalan remaja dapat terjadi dipengaruhi oleh lingkung, media yang banyak menayangkan kekerasan dan media yang buruk mengakibatkann sifat yang tidak baik.
                        Keluarga yang ingin berhasil, dapat memulainya dengan tiga langkah berikut ini : tidak boleh meremehkan keluarga sendiri, kedua, harus meneliti waktu yang sebenar-benarnya disisihkan untuk keluarga. Ketiga, tiap minggu harus melakukan sesuatu dengan keluarga sebagai suatu keseluruhan, dan dengan masing-masing anggota keluarga secara individu[9]. Anggota keluarga harus memahami, bahwa anggota keluarga berada pada tempat yang tepat, keluarga yang harmonis penuh cinta kasih sayang, anak akan merasanyaman dengan kondisi keluarga yang rukun, sehingga tidak irihati dengan keluarga lain, anak merasa betah dirumah, kebersamaan sangat penting dengan adanya jadwal mingguan. Ada dua hal penting yang harus dilakukan dalam keluarga agar keluarga tersebut dapat bertumbuh secara Rohani menuju kepada kedewasaan penuh, yaitu : kebaktian keluarga dan saat teduh[10]          , kebersamaan sangat penting apalagi dengan hal yang menyenangkan tidak akan membuat jenuh dan bosan dalam keluarga, persekutuan dalam keluarga untuk saling membangun dan memotifasi sangat perlu dilakukan, kebaktian sederhana dalam keluarga perlu dilakukan dengan menentukan waktu yang tepat, agar semua anggota keluarga dapat hadir, dalam seminggu satu kalisangaat membangun kedekatan terutama dengan anak, perlunya permainan dan game untuk menghilangkan kejenuhan, kereatifitas perlu dibangun, saat teduh juga sangat penting untuk mendekatkan diri kepada Tuhan, setiap pagi hari sangat baik sebelum melakukan aktifitas terlebih dahulu memohon bimbingan Tuhan. Keluarga yang harmonis dan takut akan Allah adalah menjadi dambaan setiap anggota keluarga, Allah menghendaki umatnya hidup penuh kasih, agar mencerminkan kasih Kristus.

BAB III
KESIMPULAN

          Keluarga adalah cerminan Kristus setiap orang akan memandang keluarga yang memberikan dampak bagi keluarga dan orang lain yang melihat, kerukunan, keharmonisan, keutuhan keluarga, memiliki kebersamaan, kebaktian bersama, memiliki waktu saat teduh, dan hidup mencerminkan karakter Kristus, agar menjadi terang dan garam bagi dunia.
                        Pendidikan agama Kristen dalam keluarga sangat penting, agar setiap orangtua mengerti bagaimana memperlakukan dan cara pendampingan kepada setiap anggota keluarga, melalui teladan Yesus yang telah mendapat pendidikan dengan orangtua yang mengasihinya menjadi contoh yang baik kepada setiap keluarga, orangtua yang baik yang memiliki waktu kepada anggota keluarga, untuk mengetahui apa yang menjadi permasalahan keluarga, komunikasi sangat penting  dalam keluarga, sangling mengampuni bila ada kesalahan menjadi hal yang utama, agar tidak menimbulkan dendam apabila ada kesalahan, keluarga harus menjadi tempat perlindungan bagi anak-anak, keluarga yang berpendidikan sangat penting, orangtua harus memperhatikan pendidikan yang terbaik bagi anak-anak. Keluarga yang mnecerminkan kasih Allah ketika setiap anggota menghargai dan menghormati orangtua, orangtua menddidik anak dengan penuh hikmat yang betujuan untuk memeuliakan Allah, keluarga yang takut akan Allah adalah keluarga berkenan kepada Allah.                    
                       
                                                               
                       
DAFTAR PUSTAKA

  1. Prinsip dan Praktik Pendidikan Agama Kristen. Oleh Drs. Paulus Lilik Kristianto, M.Si., Th.M. H
  2. Pendekatan Sosiologis, Psikologis, Teologis, Mengatasi kenakalan Remaja oleh Y. Bambang Mulyono.
  3. KELUARGA KRISTEN. Oleh Larry Christenson.
  4. Pendidikan Agama Kristen. Oleh Dr.E.G. Homrighausen dan Dr.I.H. Enklaar.
  5. Melayani Dengan Efektis. 34 prinsip pelayanan bagi pendeta dan kaum awam. Oleh DR. Ronald W. Leigh.



[1].  Prinsip dan Praktik Pendidikan Agama Kristen. Oleh Drs. Paulus Lilik Kristianto, M.Si., Th.M. Hal. 139
[2].  Prinsip dan Praktik Pendidikan Agama Kristen. Oleh Drs. Paulus Lilik Kristianto, M.Si., Th.M. Hal. 146
[3] . Pendekatan Sosiologis, Psikologis, Teologis, Mengatasi kenakalan Remaja oleh Y. Bambang Mulyono. Hal. 40
[4].  Pendekatan Sosiologis, Psikologis, Teologis, Mengatasi kenakalan Remaja oleh Y. Bambang Mulyono. Hal. 41
[5] . Pendekatan Sosiologis, Psikologis, Teologis, Mengatasi kenakalan Remaja oleh Y. Bambang Mulyono. Hal. 45
[6] . KELUARGA KRISTEN. Oleh Larry Christenson. Hal, 53
[7] .  Pendidikan Agama Kristen. Oleh Dr.E.G. Homrighausen dan Dr.I.H. Enklaar. Hal.130
[8] . Melayani Dengan Efektis. 34 prinsip pelayanan bagi pendeta dan kaum awam. Oleh DR. Ronald W. Leigh. Hal.120
[9] .  Melayani Dengan Efektis. 34 prinsip pelayanan bagi pendeta dan kaum awam. Oleh DR. Ronald W. Leigh. Hal. 110

[10] . Prinsip dan Praktik Pendidikan Agama Kristen. Oleh Drs. Paulus Lilik Kristianto, M.Si., Th.M. Hal. 151

Tidak ada komentar:

Posting Komentar